Rabu, 26 Februari 2014

BERCERMIN PADA PELAYAR TANGGUH

 
 
"Laut tenang tidak melahirkan pelayar tangguh"

Kalimat di atas terpampang di diding rumahku (kost) dimana aku tinggal sekarang. Tulisan tersebut aku temukan disebuah buku yang pernah aku baca. Menurutku, tulisan ini sarat dengan motivasi, dan akhirnya aku tulis di gabus putih dengan ukuran cukup besar, tingginya kurang lebih satu hasta dan lebarnya satu meter dan diberi cat biar ada warna-warninya. Tidak lupa pula, agar terlihat agak timbul sedikit tulisannya maka akupun menyerat semua hurupnya satu persatu.

Bagi sobat-sobat yang pernah ke rumahku mungkin merika sudah pernah melihatnya. Hasil ulah tanganku tersebut memang kurang begitu bagus, karena aku bukan seniman dan juga bukan pengrajin. tapi kesannya cukup unik dan kreatif.

Sob, kalau kita artikan Kalimat di atas sepertinya kurang lebih begini, seseorang tidak bisa dikatakan sebagai pelayar tangguh atau pelayar ulung sebelum ia mampu menerjang ombang dan badai yang mau memecahkan perahunya dengan selamat. Karena Kalo hanya berlayar di laut tenang itu, tiada ombak besar dan tiada badai, itu mah biasa. Tapi kalo berlayar di tengah lautan yang penuh dengan ombak menggunung yang sewaktu-waktu bisa memecah dan menenggelamkan perahu layarnya, itu baru luar biasa. Karena untuk mendapatkan predikat pelayar tangguh, harus berani berjuang, memutarkan aluan kedepan, dan pantang surut kebelakang.

Begitu pula halnya dengan kehidupan kita, untuk mendapatkan predikat sukses, karena kesuksesan bagian dari cita-cita semua orang, perlulah kiranya kita berjuang layaknya perjuangan seorang pelayar tangguh.

Memang kita tidak perlu harus ke laut, karena kita bukan pelayar. Berenang aja bisa ngak? hhee. Perjuangan kita bukan di laut. Perjuangan kita ada pada semua aktivitas yang kita kerjakan. Pedagang, misalnya. Ia harus rajin memasarkan dagangannya, pandai-pandai ngelobi konsumen, dan cerdas dalam menentukan harga jual barang biar mendapatkan keuntungan yang besar dan konsumen pun puas.

Bagi pelajar pun demikian, ia harus rajin belajar dan jangan bermalas-malasan. Ringkasnya, predikat sukses tidak ada yang gratis. Ia hanya bisa didapat dengan cara mengarungi perjuangan yang penuh ombak dan badai rintangan.

Berdiam diri ibarat berlayar dilaut tenang. Semua orang pun bisa. Dan itu tidak bisa menghasilkan kesuksesan. Semoga kita bisa bercermin dengan kehidupan pelayar tangguh. Amiin.
 
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih atas Kunjungannya.
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India