Minggu, 23 Februari 2014

Dahsyatnya Menulis


 
Pingin jadi penulis? Ya tentu donk. Siapa sih yang ngak mau jadi penulis. Menulis membuat orang yang bersangkutan akan dikenal dan dikenang oleh pembacanya.

Kenapa tidak? Fakta telah membuktikan, bahwa orang yang melahirkan karya tulisnya, keberadaan si penulis sering dirasakan selalu ada di dunia kendati ia telah wafat ratusan tahun silam.

Tidak perlu jauh-jauh. Kita ambil satu contoh saja, Datuk Kalampaian misalnya. Siapa sih yang tidak kenal dengan penulis kitab Sabilal Muhtadin tersebut? Dialah Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang telah hidup pada zaman kerajaan Banjar dulu. Hitunglah, sudah berapa ratus tahun beliau meninggalkan ummat ini? Namun karyanya selalu dibaca banyak orang. Namanya masih hidup di tengah-tengah kita, seolah beliau masih hidup.

Ada banyak keuntungan dari aktivitas menulis. Ya, yang pastinya kalau niat kita ikhlas karena Allah Ta'ala tentunya kita akan beroleh pahala. Benarkan???

Bagi sebagian orang, menulis merupakan profesi yang sangat menguntungkan disamping juga menyenangkan. Kenapa tidak? Karya tulis yang berbobot, tentunya kalo dikirim ke media cetak atau online akan memperoleh honor yang lemayan. Selain itu, Popularitas pun akan tumbuh subur.

Sebagaimana diceritakan dalam sebuah buku tentang kepenulisan, ada seorang penulis yang mampu menyelesaikan kuliah dan biaya hidup kesehariannya dari hasil honor menulis. Wahh... siapa yang nggak pingin seperti itu.

"Tinta yang paling kabur masih lebih bagus daripada hapalan ingatan". Kalo tidak salah begitulah kata pepatah menyebutkan. Itu artinya kegiatan menulis merupakan upaya kita untuk menjaga apa yang telah kita ketahui.

Bersambung..... *** Istirahat dulu ya nulisnya *** hehee

Tulisan ini sebelumnya ditulis di Fb Saya, 8 Feb 2014
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih atas Kunjungannya.
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India