Senin, 24 Februari 2014

Jadilah Bibit Unggul


Bukan rahasia lagi, sebuah bibit unggul pasti akan disayang dan dipelihara dengan baik oleh si tukang kebun. Disiram, dikasih pupuk, dibersihkan dari rumput-rumput liar, dan kalau ada ulat-ulat yang menyerang ia akan segera dibersihkan agar bibit tersebut tidak mudah rusak dan mati.

hal demikian terjadi, karena si tukang kebun yakin, bahwa bibit yang ia tanam adalah bibit unggul. bibit yang bermanfaat. bibit yang bisa menghasilkan investasi bagi dirinya.

Begitu pula dengan orang baik. Orang baik akan selalu disayang dan dihormati oleh masyarakat. Terlebih lagi Allah dan Rasul-Nya.

Kenapa demikian? Karena orang yang baik adalah orang yang selamat dari celaan dan gangguannya. Selain itu, orang baik juga bisa diharap mendatangkan kemanfaatan bagi lainnya.

Sebagai contoh yang paling sederhana, lihatlah para tuan guru kita di kampung-kampung. Mereka disayang dan dihormati masyarakatnya. Apa pun yang mau merika lakukan, lebih-lebih pekerjaan berat, kemungkinan besar masyarakat tidak mungkin berpangku tangan saja.

Pernah terjadi di kampung halaman Penulis. Pada waktu itu adalah musim tanam padi. Ya memang mayoritas masyarakat di sana bekerja sebagai petani, disamping ada juga yang berkebun, dan berdagang dll. Kebetulan salah satu tuan guru di sana juga seorang petani. Jadi, saat si tuan guru mau bercocok tanam, pada hari itu banyak warga yang ikut turun ke sawah membantu bercocok tanam hingga yang mestinya pekerjaan itu hanya bisa selesai dengan dikerjakan beberapa hari, ternyata dalam tempo setengah hari sudah selesai.

Itu bukanlah kehendak si tuan guru. Tapi masyarakat yang mau. Masyarakat sayang pada beliau. Jadi apa pun yang mau beliau lakukan sering masyarakat ikut turun tangan. Karena masyarakat merasa keberadaan si tuan guru tersebut di kampung adalah suatu nikmat dari Allah. Sudah banyak manfaat yang dirasakan oleh mereka. Si tuan guru rutin memberikan petuah-petuahnya lewat ceramah-ceramah, baik di rumah-rumah warga maupun di Majelis-majelis yang beliau asuh.

Intinya. Kalo kita mau disayang maka jadilah bibit unggul yang bisa diharapkan kemanfaatannya. Bukan jadi rumput-rumput liar yang hanya menyesaki dunia, menghambat tumbuhnya bibit unggul dan tiada berguna yang akhirnya bukanlah disayang, tapi malah diinjak-injak dan ditebas.

 Ditulis oleh: Daud Fathani, 23 Februari 2014

***
Tulisan ini sebelumnya saya tulis di akun fb saya sendiri pada tanggal 23 Februari 2014, pukul 14.52


Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih atas Kunjungannya.
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India